Resiko Membeli Tas Grosir

Berbagai cara dilakukan oleh para pelaku bisnis tas untuk mencari keuntungan. Salah satunya adalah membeli tas grosir dari distributor atau portal jual beli tas grosir online. Mereka tidak hanya membeli tas grosir dari dalam negeri tapi juga grosir tas import. Dengan melakukan hal ini, mereka bisa menghemat banyak uang karena produk-produk yang dijual secara grosir ditawarkan dengan harga jauh lebih murah jika dibanding membeli satuan. Sayangnya, cara ini tidak hanya membawa keuntungan tapi juga resiko yang bisa terjadi kapan saja seperti yang disebutkan di bawah ini:

tas grosir

Beberapa tas tidak sesuai pesanan

Yap, ketika membeli tas dalam jumlah banyak, ada saja kekeliruan yang dilakukan oleh penjual atau distributor tas ketika mencatat atau mengirimkan pesanan. Sebagian tas yang dikirim tidak sesuai pesanan karena catatannya tidak jelas, tidak melakukan konfirmasi ulang sebelum pengiriman, atau data pemesanannya hilang. Apabila hal ini sampai terjadi, pembeli boleh-boleh saja melakukan komplain dan meminta pengiriman ulang. Bahkan beberapa pembeli yang sensitif akan meminta ganti rugi karena menganggap bahwa si penyedia tas grosir tidak memberikan layanan yang maksimal.

Apabila Anda mengalami masalah ini dan penyebabnya adalah karena Anda memang tidak memberikan pesanan yang detail, Anda tidak bisa menyalahkan penjual. Yang bisa Anda lakukan adalah menerima tas-tas yang tidak sesuai pesanana tersebut dan berusaha untuk menjualnya.

Bahan tas berbeda-beda

Mungkin terdengar aneh tapi di luar sana, ada banyak penjual tas grosir yang perilakunya nakal. Mereka biasanya hanya memberikan contoh salah satu tas grosir yang memang berbahan bagus. Namun, ketika mengirimkan pesanan kepada pembeli, mereka menukar beberapa tas dengan tas berbeda yang bahannya tidak sama dengan tas yang sudah ditunjukkan. Mereka berpikir bahwa si pembeli tidak akan mengetahui hal ini. Ini adalah bentuk penipuan yang harus diwaspadai karena dengan begitu penjual akan mengalami rugi besar. Masalahnya adalah kebanyakan penjual tidak menyadari hal ini dan mereka baru tahu ketika tas tersebut dipakai dan mengalami kerusakan atau ketika ada pembeli tas tersebut yang komplain kepada mereka karena tas yang rusak.

Untuk menghindari masalah ini, sangat disarankan untuk lebih berhati-hati dalam memilih distributor atau penjual tas grosir baik online maupun offline. Jika Anda saat ini kebingungan mencari penjual tas grosir online yang berkualitas dan berpengalaman, sangat disarankan untuk mempercayai Grosir Bersama atau juga dikenal dengan GBC. Silahkan like fan pagenya jika ingin mendapatkan informasi terkini seputar tas-tas grosir terbaru yang ditawarkan.

Oya, selain menyediakan grosir tas import dan tas dalam negeri, portal jual beli produk-produk grosir online ini juga menyediakan banyak produk-produk yang dijual grosiran, seperti tas, sepatu, pakaian dalam, baju olahraga, dan pakaian muslim. Jika Anda tertarik untuk membelikan pakaian muslim untuk keluarga atau orang terdekat Anda, tak ada salahnya untuk mengecek grosiran produk ini di http://www.grosirbersama.co.id/grosir-busana-muslim/.

Jumlah tas tidak sesuai pesanan

Anda tidak akan rugi apabila tas grosir yang dipesan melebihi pesanan dan Anda tetap membayar sesuai pesanan. Apalagi jika penjual tidak mempertanyakan kelebihan barang yang dikirimnya tersebut. Namun, jika Anda tidak ingin dianggap rakus dan tidak bertanggung jawab, segera laporkan hal ini dan kembalikan produk yang lebih tersebut. Jika si pedagang merelakannya untuk Anda, silahkan diambil karena itu rezeki Anda. Di lain sisi, apabila pesanan tas grosir tidak sesuai pesanan alias kurang, Anda wajib melapor dan mengajukan komplain. Bagaimana jika penjual mengklaim bahwa mereka sudah mengirim jumlah produk sesuai pesanan? Kirimkan bukti berupa foto produk dan minta keterangan dari si kurir yang mengantar. Apabila memang terjadi kesalahan, Anda berhak untuk meminta pengembalian uang atau pengiriman sisa barang yang dipesan. Jika penjual tidak mau bertanggung jawab, itu terserah Anda, apakah Anda mau membiarkannya dan tidak memesan di tempat yang sama atau melaporkan hal ini ke pihak berwajib.

Tips Membeli Grosir Baju Anak Branded

Ada keuntungan yang didapat bila membeli baju anak secara grosir, tentu saja bisa mendapat baju dengan harga yang lebih murah. Jika biasanya Anda membeli baju untuk buah hati dalam satu pics seharga 90 ribu rupiah di toko-toko pada umumnya, kemungkinan bisa mendapat baju dengan tarif 80 ribu rupiah jika dengan cara grosir. Begitu pun juga untuk grosir busana muslim, bila menjelang Aidil Fitri Anda harus menyiapkan uang sebesar 300 ribu rupiah untuk dapat membeli baju satu pics, tapi kalau grosir sangat memungkinkan untuk meminimal pengeluaran menjadi 270 ribu rupiah. Namun tentunya, membeli baju grosir budget yang harus dipersiapkan lebih tinggi.

Grosir Baju Anak BrandedBaju grosir anak yang tersedia juga banyak, mulai dari yang kualitasnya biasa seperti yang dijual di pasar-pasar pada umumnya sampai pada yang branded atau bermerek. Baju anak branded pada dasarnya diimport dari luar negeri sehingga kualitasnya juga lumayan bagus. Anyway, apakah Anda tertarik membeli baju anak branded? Jika iya, penting untuk tidak terburu-buru, ada baiknya baca tips berikut ini:

Pilih baju yang sedang nge-trend

Baju branded yang dijual tidak hanya baju-baju yang keluaran terbaru tetapi juga ada yang produksi beberapa bulan yang lalu. Oleh karena itu, supaya baju yang dibeli bagus dan tidak ketinggalan zaman, mesti memilih dengan penuh pertimbangan. Salah satunya ialah mengetahui terlebih dahulu baju anak yang sedang nge-trend di era modern ini, baik itu modelnya maupun motifnya. Caranya? Anda bisa melihat baju-baju anak model terbaru, entah itu melalui media sosial ataupun juga secara langsung di pasar pada umumnya. Memilih baju yang sedang nge-trend bukan berarti baju yang dibeli sudah pasaran, akan tetapi mengikuti perkembangan zaman dengan baik dan membuat penampilan menjadi oke.

Ingat kualitas baju

Umumnya orang lebih banyak berminat membeli grosir baju anak branded murah. Namun, yang perlu diingat dalam hal ini adalah kualitas baju. Betapa tidak, kenyamanan anak dalam memakainya tergantung pada kualitas baju yang dikenakan. Bayangkan bila bahan dasarnya jelek, bisa-bisa anak menjadi risih, merasa panas, gersang sehingga tidak tahan mengenakannya dalam jangka panjang. Untuk itu, harus teliti dalam memilih baju agar anak dapat memperoleh kenyamanan dalam menggunakannya dan memberikan kepuasan bagi Anda. Pastikan Anda memilih bahan dasar yang baik, misalnya katun, viscose, linen, dan lain-lain yang tentunya hal ini juga dapat mempengaruhi harga bisa mahal atau juga sedang.

Pastikan ukuran baju tidak terlalu kecil

Yang juga perlu dipastikan ketika memilih baju untuk anak adalah terletak pada ukuran. Jika baju yang dipilih ukurannya terlalu kecil tentu tidak akan muat, selain menyulitkan untuk dikenakan juga membuat susah anak untuk bernafas. Begitu pun juga bila baju terlalu besar, tentu kurang cocok untuk dipakai sehingga harus menunggu anak tumbuh dewasa. Pastinya baju yang dibeli sudah tidak modern lagi dan bahkan ketinggalan zaman. Makanya ketika membeli baju ukuran juga termasuk salah satu hal yang harus diperhatikan secara jeli, apakah anak menggunakan size L, M, atau bahkan XL dan XXL.

Tips membeli baju di atas selain dapat diaplikasikan dalam membeli baju secara langsung di pusat perbelanjaan masyarakat seperti pasar Tanah Abang, juga bisa digunakan untuk membeli baju online. Hanya saja, Anda lebih harus lebih berhati-hati bila melalui media sosial sebab tidak menyentuh baju grosir langsung. Pilih toko grosir baju anak yang terpercaya agar Anda bisa mendapat baju untuk buah hati yang sesuai keinginan.

Enggan Belanja Baju Online, Mengapa?

Belanja Baju OnlinePebisnis baju online belakangan makin menjamur saja. Bisnis baju online bukan hanya dijadikan sebagai upaya untuk mendapatkan penghasilan utama melainkan juga untuk penghasilan tambahan. Tak heran jika pelakunya bisa dari berbagai kalangan mulai dari mahasiswa hingga ibu rumah tangga sekali pun. Maraknya penjualan smartphone terjangkau makin membuat bisnis baju online semakin dirasa menjanjikan.

Sayangnya, menjamurnya pebisnis baju online tak lantas membuat semua orang tertarik berbelanja. Mengapa? Bukankah lebih hemat tenaga karena tak perlu ke luar rumah dan menghadapi kemacetan parah serta lebih hemat waktu karena bisa menemukan berbagai koleksi baju di beberapa toko dalam waktu bersamaan? Berikut alasan sebagian orang enggan belanja baju online:

Takut tidak pas 

Ukuran baju yang ditawarkan di toko online bisa setingkat lebih besar atau lebih kecil. Inilah hal yang paling ditakutkan saat belanja baju online. Kalau kebesaran meski masih bisa dipakai, tapi bakal keluarkan biaya ekstra untuk memperkecilnya di tukang jahit. Di samping itu, baju yang sudah dirombak umumnya tidak enak lagi dilihat. Kalau kekecilan, sama sekali tidak bisa dipakai. Alternatif lainnya adalah memberikannya kepada adik, tetangga, atau teman.

Parahnya lagi, pebisnis baju online umumnya tidak mau menerima penukaran karena size yang kebesaran atau kekecilan selain baju cacat karena proses produksi. Kalau belanja baju offline, ini tidak perlu ditakutkan karena bisa dicoba sebelum dibeli. Pedagang juga biasanya memperbolehkan penukaran size dalam waktu beberapa jam setelah pembelian.

Terkadang tidak sama model atau warna dengan gambar        

Gambar dalam bisnis online menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli. Kalau gambarnya terlihat menarik, minat membeli pun semakin tinggi. Kondisi ini yang dimanfaatkan pebisnis baju online untuk menarik pembeli sebanyak-banyaknya. Sayangnya, tak sedikit pebisnis baju online yang menampilkan gambar tidak sesuai dengan fakta.

Sudah banyak kejadian, pembeli baju online merasa kecewa setelah mendapatkan baju pesanan yang berbanding terbalik dengan di gambar baik dari segi model atau warna. Komplain pun terkadang percuma, baju atau uang tidak dapat dikembalikan. Paling hanya menggerutu setelah menerima. Sejatinya, tindakan ini dapat merusak citra toko online. Kalau sudah rusak, mana ada yang mau membeli? Boleh jadi pelanggan setia pun bakal pergi.

Rentan penipuan pembayaran

Kalau masih di dalam kota, pebisnis baju online masih memperbolehkan pembayaran COD. Namun, pembeli yang berada di luar kota harus melakukan pembayaran secara transfer antar bank atau kartu kredit. Metode pembayaran ini sangat rawan terjadi penipuan. Tak sedikit pembeli yang sudah transfer uang ke rekening yang diberikan untuk mendapatkan baju yang mereka sukai, tapi baju tak kunjung datang.

Belum lagi kalau menggunakan kartu kredit yang tidak menutup kemungkinan bakal dibajak atau istilah lainnya adalah skimming. Pemilik kartu kredit sekaligus pembeli baju online merasa tidak melakukan transaksi dalam jumlah besar, tapi tagihan kartu kredit ada banyak transaksi dalam jumlah besar.

Dibalik kemudahan belanja online, tersimpan banyak kelemahan yang berdampak pada kerugian bagi pembeli. Sejatinya, kerugian saat belanja baju online karena beberapa faktor yang sudah disebutkan di atas bisa dicegah dengan cara memastikan reliabilitas toko online dari alamat kantor, nomor telepon, testimony riil, atau rekomendasi dari orang terdekat. Toko online yang sudah terpercaya tidak bakal merusak citranya dengan membohongi atau melakukan penipuan terhadap pembeli.

Meningkatkan Pelanggan Bisnis Grosir Busana Muslim

Bisnis Grosir Busana MuslimTidak salah kalau bisnis grosir busana muslim disebut sebagai bisnis musiman. Ini dikarenakan baju muslim banyak diburu ketika hari raya menjelang entah Idul Fitri atau pun Idul Adha. Akan tetapi, melihat makin banyak wanita yang tertarik menggunakan hijab belakangan sedikit mengubah perspektif tentang bisnis grosir busana muslim adalah bisnis musiman.

Dengan kata lain, pelaku bisnis grosir busana muslim bisa memiliki omset tak kalah saing saat menjelang hari raya. Dengan catatan, pelaku bisnis grosir busana muslim harus meningkatkan pelanggan. Berikut strategi yang bisa dilakukan:

Melalui perantara pelanggan lama

Sudah berapa lama menjalankan bisnis grosir busana muslim? Kalau lebih dari 1 tahun, pasti sudah ada pelanggan meski jumlahnya tak banyak. Nah, untuk meningkatkan jumlah pelanggan, pelaku bisnis grosir busana muslim bisa memanfaatkan jasa pelanggan lama.

Caranya? Pelaku bisnis grosir busana muslim menawarkan potongan harga, voucher belanja, gratis pembelian, kartu member dengan segala keuntungannya, atau hadiah menarik lainnya kalau pelanggan lama bisa membawa pelanggan baru. Tawarkan hadiah berkali-kali lipat tergantung jumlah pelanggan baru yang dibawa agar pelanggan lama lebih termotivasi untuk mencari atau mempromosikan kepada keluarga, teman, tetangga, atau kerabatnya.

Memberikan brosur promo di tempat prospek

Para shopper  umumnya sangat tertarik dengan tawaran promo. Bahkan, karena merasa ramah dikantong shopper  tak segan membeli tiap kali ada promo meski terkadang barang tak begitu dibutuhkan. Tidak ada salahnya memenuhi keinginan shopper  dengan memberikan tawaran promo. Bisa jadi, shopper  bakal jadi pelanggan tetap selanjutnya. Untuk menginformasikannya, bisa gunakan brosur yang disebarkan di tempat-tempat prospek. Tempat prospek di sini disesuaikan dengan pangsa pasar yang dipilih.

Kalau grosir busana muslim diperuntukkan bagi kalangan menengah ke atas karena tarif yang ditawarkan relatif mahal, bisa sebarkan brosur di tempat aerobik, restoran, klinik kecantikan, pusat perbelanjaan, atau lain sebagainya. Bagaimana kalau pangsa pasar kalangan menengah ke bawah? Sebarkan brosur warung sayur, kedai makanan, sekolah, atau lainnya.

Manfaatkan DP & PM BBM   

Apa pun bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan pelanggan bisnis grosir busana muslim, termasuk DP BBM. Pasang gambar grosir busana muslim yang ditawarkan sebagai DP BBM. Pelanggan yang potensial pasti bakal legas bertanya detail mulai dari ukuran, warna, sampai dengan tarif. Disarankan tidak lupa membuat kata-kata menarik sebagai PM. Misalnya, new comers  yang bisa bikin mupeng (muka pengen), sis buruan dipesen busana muslim murah tapi nyaman, si blue  ini bikin gak bisa tidur nyenyak gak sih, atau bingung pakai baju apa ke pesta? Yuk, buruan order si orange.

Strategi pemanfaatkan DP (Display Picture) & PM (Personal Message) BBM untuk mendapatkan pelanggan baru akan jauh lebih baik ketimbang harus BC (Broadcast). Mengapa? BC itu sangat menganggu penerima. Kalau penerima sedang tidak mood, boleh jadi bakal di DC (Delete Contact) oleh penerima.

Menggunakan promosi dengan mobil

Promosi penting dilakukan untuk meningkatkan pelanggan. Belakangan, tak sedikit pelaku bisnis melakukan promosi dengan mobil. Nah, strategi ini juga bisa dilakuan oleh pelaku bisnis grosir busana muslim. Untuk menarik perhatian banyak orang, modifikasi mobil yang bakal digunakan untuk promosi. Memasang stiker busana muslim di body mobil.

Kalau memiliki brand ambassador, bisa pajang pula foto mereka mengenakan busana muslim. Bisa juga modifikasi bagian dalam mobil layaknya toko berjalan. Agar tidak sia-sia, kunjungi lokasi sesuai dengan pangsa pasar yang sudah ditentukan sebelumnya. Eitss, jangan lupa juga untuk memberikan nomor telepon, alamat email, atau website di bagian belakang atau depan mobil.

Agar Bisnis Grosir Baju Anak Tidak Sepi Pembeli

Bisnis Grosir Baju Anak1Pelaku bisnis banyak dan lokasi tidak begitu strategis menjadi dua penyebab bisnis baju grosir anak sepi pembeli. Meski sepi pembeli menjadi fenomena yang wajar dalam berbisnis, tetap saja pelaku bisnis harus tetap agresif cari strategi untuk mengatasinya.

Jangan sampai bisnis baju grosir anak yang sedang dijalankan tergerus oleh waktu. Alhasil, tidak ada lagi income  yang masuk kantong. Bagi para pebisnis khususnya pebisnis baju grosir anak, silakan coba tips-tips di bawah ini untuk menghindari sepi pembeli:

Terapkan strategi “jemput bola”              

Banyaknya pelaku bisnis mengharuskan para pebisnis menerapkan strategi “jemput bola”. Dengan kata lain, bukan konsumen yang mengunjungi melainkan pebisnis yang harus agresif mengunjungi konsumen langsung. Misalnya, pelaku bisnis melakukan strategi door to door, yakni melakukan promosi dari rumah ke rumah. Sebelum melakukannya, pebisnis harus sebelumnya menentukan target pasar, apakah anak-anak yang berasal dari kalangan menengah atas atau bawah.

Bisa juga dengan menawarkan grosir baju anak menggunakan mobil yang sedang marak dilakukan zaman sekarang. Setidaknya, dari sekian banyak rumah atau lokasi yang dikunjungi, ada beberapa rumah atau lokasi yang menambah penjualan grosir baju anak. Jangan lupa ajak konsumen untuk membeli kedua kalinya di toko 😀

Tawarkan grosir baju anak yang selalu baru       

Coba bayangkan ketika ke sebuah toko yang dari ke waktu grosir baju anak yang dipajang melulu itu dan itu. Terlebih lagi sudah berdebu, apa yang dipikirkan? Toko ini produknya tidak patut dibeli. Jangan sampai kondisi ini membuat konsumen jauh. Lantas? Terus tawarkan grosir baju anak yang selalu baru mulai dari model, warna, sampai dengan mereknya.

Pajangan di patung juga selalu diperbarui. Tidak menutup kemungkinan, toko grosir baju anak selalu ramai pembeli. Yup, ibu-ibu mana yang tahan melihat grosir baju anak yang keren dengan model trendy. So, jangan sampai membuat kesan toko yang kurang update. Masih banyak stok grosir baju anak yang lama, sayang kalau tidak dipajang? Jauh lebih baik jika beri diskon untuk grosir baju anak yang tidak laku, pasti banyak diburu.

Manfaatkan ponsel & laptop     

Kalau punya ponsel dan laptop, jangan dianggurin. Manfaatkan keduanya agar bisnis grosir baju anak tidak sepi pengunjung. Bagaimana caranya? Ponsel: lakukan mobile marketing atau manfaatkan DP atau PM BBM. Untuk laptop: buat artikel marketing (kalau punya website, bisa selipkan URL website di artikel tsb) atau blogwalking ke forum atau blog berkualitas.

Tips: untuk artikel marketing sebaiknya jangan melulu bahas tentang promosi, sebaiknya bahas tentang tips memilih grosir baju anak, kriteria grosir baju anak berkualitas, trik makin depan dengan anak untuk wanita karir, atau lainnya. Untuk blogwalking, pastikan komentar yang dilontarkan tidak menyinggung atau merugikan pemilik blog lainnya.

Perbaiki pelayanan

Pelayanan sering kali menjadi menjadi penentu tertarik membeli kembali atau tidak konsumen. Jika dirasa telah dilayani dengan baik, biasanya konsumen akan repeat order. Oleh karenanya, jika ingin selalu ramai pembeli, sebaiknya perbaiki pelayanan.

Misalnya, dengan memberikan minuman gratis saat konsumen masuk toko layaknya masuk hotel berkelas, menemani setiap konsumen yang datang sembari memberikan penjelasan, memperbolehkan berbagai metode pembayaran mulai dari cash hingga kartu kredit, menyediakan penyejuk ruangan agar konsumen tidak kepanasan dalam memilih, memberikan hadiah berupa cokelat atau permen saat konsumen yang membawa anak ke luar toko, dan lain sebagainya. Terlalu berlebihan? Tidak, ini adalah strategi untuk dapat menarik perhatian konsumen membeli kembali.

Akibat Sembarangan Memilih Supplier Baju

supplier grosir bajuSalah satu hal yang wajib dan mesti dipertimbangkan dalam membuka bisnis baju adalah supplier. Bagaimana tidak, supplier ialah seseorang dimana tempat kita meminta atau memesan baju-baju yang kita inginkan. Namun, banyak orang mencari supplier dengan sembarang, dengan kata lain tanpa mengetahui lebih dalam reputasi supplier salah satunya dari segi pengalaman terhadap bisnis yang dilakoninyas. Akibatnya, berbagai dampak buruk kerap kali dialami:

Harga baju terlalu mahal

Harga grosir baju yang dibeli pada umumnya relatif akan lebih mahal karena supplier ingin mendapat keuntungan secara maksimal. Terlebih lagi bila tidak meninjau terlebih dahulu harga-harga baju sekaligius biaya transportasi yang ditawarkan oleh supplier yang satu dan yang lain, bukan tidak mungkin akan menghabiskan banyak modal dalam hal ini.

Bila harga baju mahal, tentunya Anda harus menjualnya pula dengan harga mahal supaya modal dapat terkembali. Namun, dalam hal ini kemungkinan hanya konsumen kelas atas yang mampu menjangkaunya sehingga relatif sulit dihabiskan. Ingat, saat ini sudah banyak baju-baju yang dapat dibeli dengan harga puluhan ribu rupiah dan bila harga baju yang Anda jual harganya ratusan ribu rupiah tidak menutup kemungkinkan akan ditinggalkan oleh pembeli.

Kualitas baju tidak sesuai harapan

Pada dasarnya mengutamakan kepuasan konsumen ialah hal penting agar mereka tertarik kembali untuk membeli. Namun, tidak sedikit orang yang mendapat baju dengan kualitas rendah dan tidak sesuai harapan akibatnya para pelanggan banyak kecewa. Begitu juga bila memilih supplier secara sembarangan, bukan tidak mungkin Anda juga memperoleh baju yang kualitasnya seperti demikian.

Bahkan, hal ini juga dapat membuat nama usaha Anda menjadi tercemar karena kualitas baju yang Anda jual tidak bagus. Ingat, bila nama usaha sudah terdengar buruk di telinga maka akan menjadi buruk pula dipandangan mata sehingga jangankan datang, mengunjungi usaha toko baju juga orang banyak enggan. Untuk itu, penting memilih supplier yang terpercaya agar grosir baju yang diperoleh bermutu baik.

Model baju sudah ketinggalan

Pada dasarnya, baju-baju yang banyak diincar orang adalah baju-baju yang sedang trend. Jelas, karena baju-baju yang sudah kuno akan terlihat norak dan tentunya orang tidak tertarik untuk membeli baju-baju tersebut. Perlu Anda ketahui, bila sembarang memilih supplier juga berkemungkinan memperoleh grosir baju yang modelnya sudah ketinggalan karena supplier juga kerap menawarkan barang-barang yang belum terjual. Jika terjadi hal demikian, tentu yang bakal Anda alami adalah kemalangan. Seharusnya mendapat keuntungan, tapi yang ada malah kerugian yang tak terhingga.

Begitu fatal bila memilih supplier secara sembarangan. Jangankan untung, modal saja sulit dikembalikan. Beruntung jika supplier memiliki sistem penjualan yang baik yakni konsinyasi (bila barang yang dijual tidak laku karena rusak atau modelnya sudah ketinggalan, maka Anda berhak merujuk kepada supplier untuk mengembalikan barang tersebut sehingga kerugian bisa Anda alihkan). Sementara bila supplier hanya menggunakan sistem penjualan beli putus, maka dapat dipastikan Anda akan mengalami kerugian karena barang sudah tidap dapat dikembalikan hingga berdampak buruk pada keuangan.